Sekilas Info Tentang "kota Marabahan"

  • Dipublikasi Tanggal 15 Mei 2017
  • SAID SAFWANI HARIS, ST

Pada hari Selasa, 13 Januari 2015, setelah kurang lebih setahun tidak pernah berkunjung lagi ke sebuah kota di ujung Barat Provinsi Kalimantan Selatan, maka karena ada suatu keperluan, saya mengunjungi kembali kota tersebut. Berangkat dari Banjarbaru sekitar pukul 9.30 WITA, akhirnya saya tiba di Marabahan pada pukul 11.30 WITA di sambut hujan deras. Luar Biasa !!!!, ternyata sudah ada banyak perubahan di kota Marabahan tersebut dibanding situasi setahun lalu. 

Berikut saya coba menceritakan sekilas mengenai Marabahan, sesuai pengalaman saya berkunjung ke sana dan juga info dari beberapa sumber saat ‘googling’ di internet. Kota Marabahan, adalah ibu kota Kabupaten Barito Kuala (Batola). Kota ini terletak di tepi salah satu cabang sungai Barito (sungai terpanjang di Kalimantan Selatan dan Tengah). Tugu di Bundaran saat akan masuk ke kota Marabahan Untuk menuju ke kota Marabahan, dari Banjarmasin, bisa dilakukan dengan dua cara, cara pertama, menggunakan feri penyeberangan yang ada di wilayah Sei Gampa, dan kedua menyeberangi jembatan Rumpiang, yang merupakan salah satu jembatan megah dan panjang di Kalimantan Selatan. 

Dulu, sebelum ada jembatan, mau tidak mau, kalau hendak ke Marabahan, harus melalui penyeberangan feri, namun kini setelah ada penyeberangan, kebanyakan orang memilih menggunakan jembatan. Dari kota Banjarmasin menuju ke Marabahan, dapat ditempuh sekitar 1 - 1,5 jam, sedangkan jika dari Banjarbaru (lokasi bandara Syamsudin Noor), maka waktu tempuh menjadi 2 - 2,5 jam. Akses jalan menuju kota Marabahan, cukup halus dibanding setahun lalu, kalaupun ada kerusakan, paling hanya 5 - 10 persen saja, sisanya cukup halus. 

Hanya saja jalanan agak sempit di beberapa bagian, karena belum di lebarkan, sehingga jika ada kendaraan yang berjalan lambat di depan, untuk menyalipnya perlu ekstra waspada dan hati-hati agar tidak jatuh ke bahu jalan, dan jika bersisipan dengan kendaraan dari arah berlawanan adakalanya salah satu mengalah dengan turun ke badan jalan daripada terjadi serempetan.